Jati Diri Orang Melayu
Jati Diri Orang Melayu
Disadur
dari buku : Drs. Isjoni Ishaq, M. Si
Bagaimana
sebenarnya jati diri orang Melayu Riau ? Orang Belanda bernama Vallentijn
(1712 M) menyebutkan bahwa orang Melayu sangat cerdik, pintar dan manusia yang
sopan di seluruh Asia. Juga sangat baik,penuh sopan santun, menyukai
kebersihan dalam hidupnya dan pada umumnya begitu rupawan, sehingga tidak ada
manusia lain yang bisa dibandingkan dengan mereka, disamping kelebihan lain
sebagai masyarkat penggembira. Selain itu, orang melayu mempunyai kebiasaaan
mempelajari bahasa mereka, tetapi tetap selalu berusaha memperluas pengetahuan
mereka dan juga mempelajari bahasa arab.
C.
Lekkerkerker (1916) menyebutkan bahwa jati diri Melayu adalah lebih dari segala
suku-suku di nusantara. Tidak pelak lagi, orang melayu merupakan
orang-orang yang paling banyak berjasa dalam menyebarkan agama Islam di
Nusantara.
Prof.
J.C Van Eerde (1919) menyebutkan bahwa orang melayu merupakan masyarakat yang
sangat enerjik dan penuh keinginan kuat untuk maju.
Jadi,
defenisi jati diri melayu sejak pengislamannya di abad ke 15 M, dapat ditarik
seperti yang didefenisikan oleh penguasa kolonial Belanda, Inggris serta
para sarjana asing sebagai berikut :
1. Seseorang disebut melayu apabila ia beragama islam, sehari-hari berbahasa
melayu dan beradat istiadat melayu. Sementara itu, adat melayu merupakan adat
yang bersendikan hukum syarak, syarak bersendikan kitabullah. Jadi, orang
melayu itu adalah etnis yang bisa dilihat secara kultural (budaya), bukan mesti
geneologis (keturunan darah)
2. Berpijak kepada yang Esa. Hal ini sejalan seperti kata pepatah:
Bergantung kepada yang Satu
Berpegang kepada yang esa
Tuah hidup sempurna hidup
Hidup berakal mati beriman
Malang hidup celaka hidup
Hidup tak tahu halal haram
3.
Orang melayu sangat mementingkan penegakan hukum (law
enforcement) untuk keamanan, ketertiban dan kemakmuran masyarakat. Seperti
kata pepatah:
Adat diatas tumbuhnya, mufakat diatas dibuatnya,
Biar mati anak daripada mati adat
Mati anak gempar sekampung, mati adat gempar sebangsa
Adat itu jika tidur menjadi tilam,
Jika berjalan menjadi payung
Jika dilaut menjadi perahu,
Jika ditanah menjadi pusaka.
4. Orang melayu mengutamakan budi dan bahasa, karena
keduanya menunjukkan sopan santun dan tinggi peradabannya. Seperti kata pepatah:
Usul menunjukkan asal, bahasa menunjukkan bangsa
Taat pada petuah, setia pada sumpah, mati pada janji, melarat pada budi
Hidup dalam pekerti, mati dalam budi
Tahu budi ada hutangnya, tahu hidup ada bebannya.
5.Orang melayu mengutamakan pendidikan dan ilmu. Hal
ini tercermin dalam pepatah:
Menuntut ilmu jangan segan, ilmu yang benar yang jangan bukan, yaitu
ilmu yang kebajikan, isi kitab ini sudah disebutkan.
Segala perbuatan dengan berilmu, maka kebajikan boleh bertemu,
jangan sembarang – barang diramu, akhirnya engkau jatuh tersemu.
Ilmu itu besar faedahnya, membedakan hak dengan batilnya, mengetahui
orang banyak benar salahnya, supaya dihukumkan dengan adilnya.
Bekal ilmu mencelikkan, bekal iman menyelamatkan.
6. Orang melayu mementingkan budaya melayu.
Bercakap tidak kasar, berbaju menutupi aurat, menjauhkan pantang larangan dan
dosa. Biar mati daripada dirinya atau keluarganya menanggung malu, karena bisa
menjatuhkan marwah keturunannya. Sebaliknya orang melayu juga tidak dengan
kasar mempermalukan orang lain.
7. Orang melayu mengutamakan musyawarah dan mufakat
sebagai sendi kehidupan sosial. Didalam segala hal, baik perkawinan, kematian,
kenduri, mendirikan rumah, membuka ladang/usaha dan dalam pemerintahan, orang
melayu lebih mengutamakan musyawarah dan mufakat. Bahkan nilai-nilai ini juga
dilaksanakan bagi pendatang, sehingga orang melayu sangat terkenal dengan
keterbukaanya. Sebagai akibatnya orang pendatang menguasai sebagai etnik
mayoritas
Apabila meraut selodang buluh
Siapkan lidi buang miangnya
Bila menjemput orang nan jauh
Siapkan nasi dengan hidangnya.
8.
Orang melayu melawan jika terdesak. Sesuai dengan
ungkapan
Kalau sudah dimabuk pinang
Daripada kemulut biar kehati
Kalau sudah masuk kegelanggang
Daripada surut relalah mati.
Esa elang dua belalang
Takkan kayu berbatang jerami
Esa hilang dua terbilang
Takkan melayu hilang dibumi
Sebagai orang melayu mari kita bangkit, tunjukkan jati diri kita sebagai orang melayu, jangan hanya menjadi penonton, jadilah sebagai aktor. Jangan menunggu bola, tetapi menjemput bola, maju, maju, bekarya, semangat, kerja keras. Melayu selalu dihati.
Di publish oleh www.tauhidremajaislam.blogspot.co.id
Founder,
Zulrahmadi
Komentar
Posting Komentar