Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

Cinta, Restu dan Waktu

Gambar
Cinta, Restu dan Waktu   Ada sebuah kisah, tentang seorang pemuda sederhana, seorang lulusan sarjana dinegeri antah berantah. Pemuda ini begitu banyak mengalami lika-liku kehidupan yang terjal. Penuh dengan kesalahan, penuh dengan gelimang dosa, penuh dengan kebimbangan. Hampir tiba sebuah bisikan kepada dirinya, mengapa tidak kau akhiri saja kehidupan ini?... Sang Pemilik Kehidupan berkata lain, pemuda itu dipertemukan dengan 2 orang ahli spiritual, keduanya memiliki kelebihan masing-masing, satu ahli hadits dengan pemahaman yang lurus, satunya lagi seorang salik Tuhan yang Mursyid. Dalam perjalanan hijrahnya tersebut, tidak lah semudah yang ia pikirkan dan harapkan, sesuai dengan Firman Allah Q.S 29:2-3. [29:2] Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi ?   [29:3] Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka , maka sesungguhnya Allah men...
Gambar
Mengingat Syekh Abdurrahman Siddiq Al Banjary       Syekh Abdurrahman Siddiq bin Muhammad Afif adalah seorang ulama besar yang menyebarkan agama Islam di beberapa tempat di nusantara. Bahkan nama Syekh Abdurrahman Siddiq begitu dikenal di Riau maupun di Martapura, Kalimantan Selatan tempat kelahirannya.  Syekh Abdurrahman Siddiq juga dikenal sebagai salah satu pengajar di Masjidil Haram, Arab Saudi. Abdurrahman demikian nama kecil ulama ini yang dilahirkan pada 1857 di Kampung Dalam Pagar, Martapura, Kalimantan Selatan.  Nama Siddiq beliau dapat dari seorang gurunya saat belajar di Mekkah. Beliau merupakan cicit dari ulama ternama asal Banjar, Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Saat baru berusia tiga bulan, ibunda Abdurrahman Siddiq meninggal dunia. Beliau kemudian dirawat kakek dan neneknya.  Namun baru diusia setahun, sang kakek meninggal. Maka Abdurrahman Siddiq pun tumbuh dewasa hanya bersama neneknya, Ummu Sa...