Goresan
Sudah lama rasanya tidak menggoreskan tangan ini untuk menekan tombol – tombol laptop yang seolah menatap ingin di belai dan diperhatikan.
Sudah lama rasanya tidak menggoreskan tangan ini untuk menekan tombol – tombol laptop yang seolah menatap ingin di belai dan diperhatikan.
Hari ini aku akan menceritakan
bagaimana kita bisa belajar dari air, filosofi hidup dari air yang mengalir,
berikut ulasan lengkapnya,
Apakah Anda sedang putus asa karena tidak mendapatkan apa
yang diharapkan? Apakah Anda saat ini sedang berpikir untuk berhenti saja dan
menyerah? Jangan patah semangat.
Banyak orang lebih suka memilih jalah singkat dan mudah
ketika tidak berhasil mendapatkan apa yang diinginkan, yaitu menyerah dan
mundur. Mencoba sekali lagi terasa sangat berat dijalani. Menyerah lebih mudah
dilakukan semudah membalikkan telapak tangan.
Memang berbicara lebih mudah daripada berbuat. Hal ini
mungkin bisa dimaklumi karena manusia juga ada batasnya. Kalau terus-menerus
gagal, bisa jadi semangat mulai goyah dan rapuh.
Mungkin Anda akan mengatakan, “Ngapain lagi saya mencoba.
Toh, saya sudah berusaha sekuat tenaga, siang malam tanpa lelah. Tapi apa yang
saya dapatkan? Nol.” Pernyataan seperti itu biasanya diucapkan seseorang pada
saat sudah putus asa.
Kadang Anda sedang diuji apakah Anda benar-benar dan
sungguh-sungguh menginginkan apa yang Anda impikan. Anda akan diuji dalam
bentuk masalah, rintangan dan tantangan bahkan kegagalan. Semua itu bisa
menghancurkan usaha Anda. Itulah sebabnya mengapa orang yang sukses itu lebih
sedikit. Rintangan yang dihadapi kadang melewati batas kemampuan, meski tidak
sepenuhnya seperti itu. Hanya mereka yang berhasil melewati itu semualah yang
berhak menggapai sukses.
Menyerah adalah pilihan yang sangat mudah dilakukan.
Cukup berhenti dan tidak lagi berusaha, dan semuanya selesai. Meskipun mudah,
menyerah tidak membuat hidup Anda menjadi lebih baik. Apakah Anda rela apa yang
selama ini Anda perjuangkan harus dibuang jauh-jauh hanya karena ingin
menyerah?
Anda mungkin ingat, pertama kali memutuskan dan bertekad
meraih impian, semangat Anda begitu berkobar panas. Motivasi Anda begitu besar.
Anda merasa seolah tak ada siapa pun atau apa pun yang bisa menghalangi Anda.
Tapi, seiring berlalunya waktu – ketika rintangan makin besar dan kegagalan
terus dialami, semangat yang awalnya panas perlahan padam dan dingin. Itulah
saat di mana Anda rentan untuk menyerah.
Jika Anda ingin menyerah, saya ingin Anda belajar dari
air yang mengalir. Pergilah ke sungai yang aliran airnya deras atau coba
bayangkan sungai dalam pikiran Anda.
Air hanya mengalir ke satu arah, tidak peduli apa pun
yang terjadi. Anda takkan bisa melihat air yang maju terus tiba-tiba mundur.
Ketika ada batu atau karang besar di tengah sungai, apakah air akan menyerah
dan mundur ke belakang? Apakah air akan berkata, “Wah, ada batu besar di depan.
Aku takkan bisa melewatinya. Mundur aja, ah.”?
Meski ada batu sebesar apa pun, air akan tetap mengalir
maju, melwati batu dengan mengalir ke sisi kiri dan kanan batu. Meski Anda
berusaha menghalangi jalannya air dengan membangun penahan sungai, air akan
terus mengalir. Seperti bendungan, meskipun air ditahan, ia akan tetap maju dan
dalam waktu lama akan terkumpul banyak dan lebih tinggi dari bendungan dan
meluber keluar. Hebatnya, semakin ditahan, semakin besar kekuatan air. Makanya
air pun bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik.
Air tidak pernah sekalipun berpikir untuk berbalik arah.
Air tidak pernah mundur hanya karena ada penghalang di depan.
Anda bisa belajar dari air yang mengalir. Anda harus maju
dan tidak berpikir untuk mundur saat ada rintangan di depan. Jika Anda menemui
rintangan, ambillah jalan lain untuk melewatinya, bukannya mundur, seperti air
yang melewati sisi kiri dan kanan batu. Air tidak pernah mundur, Anda pun juga
jangan mau kalah dengan air.
Air juga tak gentar meski sudah berada di tepi jurang
dari air terjun. Ia akan terus mengalir dan jatuh ke bawah dan kemudian
mengalir lagi ke depan. Begitu juga, ketika Anda menemui sesuatu yang membuat
Anda gentar, Anda harus berani menghadapinya daripada menghindarinya dan
menyerah.
Semoga prinsip air yang mengalir ini bisa menyadarkan
Anda dari sikap pesimis menjadi lebih optimis, pantang menyerah dan selalu bangkit dari kegagalan untuk menuju
impian.
Komentar
Posting Komentar